"Jumlah SPPG menentukan jumlah dana yang beredar di daerah tersebut. Dengan demikian, semakin banyak SPPG yang beroperasi di suatu daerah, semakin besar pula dana yang beredar di wilayah tersebut," katanya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan, kebijakan ini juga memberikan dampak langsung terhadap sektor produksi lokal. Dalam program MBG, produk-produk lokal dijamin penyerapannya oleh BGN. Hal ini menciptakan kepastian pasar bagi para petani dan pelaku usaha daerah.
“Belum pernah terjadi dalam era mana pun, produksi lokal dijamin penyerapannya oleh negara seperti sekarang. Tidak heran jika ada petani wortel di Nusa Tenggara Timur yang senang karena harga wortelnya bisa naik hingga tiga kali lipat,” katanya.
Kenaikan serapan hasil produksi tersebut berdampak pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP). Dia menyebutkan rata-rata NTP saat ini mencapai angka 125, meningkat dari sebelumnya sekitar 102.