“Blokade di Selat Hormuz, perang, dan terhentinya pasokan minyak dan gas semuanya berdampak pada kami,” kata Anwar.
Hanya sebagian kecil kapal kargo dan tanker yang berhasil melewati Selat Hormuz sejak akhir bulan lalu. Iran secara efektif memblokir jalur perdagangan penting tersebut sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Awal pekan ini, sebuah tanker minyak Thailand berhasil melewati selat tersebut setelah koordinasi diplomatik antara Thailand dan Iran. Seorang pejabat Thailand dan pemilik kapal mengatakan pada Rabu bahwa kapal tersebut tidak perlu membayar untuk menghindari blokade.
Tanker milik Bangchak Corporation tersebut melintasi jalur air strategis itu pada Senin setelah pembicaraan yang sukses antara Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow dan Kedutaan Besar Iran di Thailand.
Setidaknya dua kapal pengangkut gas minyak cair (LPG) milik China juga dilaporkan telah melewati selat tersebut. Sebuah kapal kontainer milik China, Newvoyager, juga melewati perairan tersebut setelah melakukan pembayaran kepada otoritas Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)