Gus Ipul menyebut hasil sensus sosial ekonomi yang baru selesai juga akan menjadi salah satu bahan untuk mendapatkan data yang lebih akurat dan terkini. Pemerintah juga terbuka terhadap masukan dari masyarakat, akademisi, maupun para pakar terkait metode penentuan desil.
Terkait anggapan bahwa BPS telah melakukan kekeliruan dalam menentukan peringkat desil, Dia mengatakan BPS memiliki prosedur verifikasi dan validasi secara bertahap terhadap data yang dikumpulkan dari berbagai kementerian dan lembaga.
“Sebenarnya tidak mengakui, tapi memang BPS memiliki prosedur untuk melakukan verifikasi dan validasi secara bertahap terhadap semua data yang dikumpulkan dari kementerian dan lembaga,” tutur Gus Ipul.
Dia menambahkan, sumber data yang digunakan kini semakin beragam. Selain data dari Kementerian Sosial dan sumber sebelumnya, terdapat tambahan data dari BKKBN dan sumber lainnya.
“Ini dalam rangka untuk integrasi data ini kadang-kadang ada apa ya lonjakan-lonjakan gitu yang perlu dilakukan verifikasi dan validasi,” ujarnya.