“Perpanjangan visa akan ditentukan oleh petugas otoritas setempat dan turis harus menjelaskan kenapa mereka perlu tinggal lebih lama,” jelas Menteri Pariwisata Thailand Surasak Phancharoenworakul, dikutip dari CNA (21/5/2026).
Pariwisata memang merupakan sektor yang vital bagi perekonomian Thailand, dengan kontribusi hingga 10 persen pada PDB. Sehingga, pemerintah berupaya untuk menjaga jumlah kunjungan. Salah satunya adalah pelonggaran masa tinggal tersebut.
Apalagi, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara beberapa tahun belakangan belum kembali normal dibandingkan dengan jumlah kunjungan sebelum pandemi Covid-19.
Namun, usai masa tinggal bebas visa dilonggarkan, beberapa kasus kriminal yang melibatkan warga negara asing terjadi. Kasusnya pun beragam. Mulai dari penyalahgunaan obat, perdagangan seks, hingga pengoperasian bisnis seperti sekolah dan hotel secara ilegal.
Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan pemangkasan durasi tinggal bebas visa adalah bagian dari upaya pemberantasan kejahatan lintas negara. Thailand tidak menargetkan negara tertentu, tetapi menargetkan WNA yang menyalahgunakan visa.
(Nadya Kurnia)