Adapun, selter salah satu aplikator Ojol ini diharapkan bisa memperkuat integrasi transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan akibat aktivitas antarjemput ojek daring yang selama ini kerap memakan badan jalan.
"Tujuan dihadirkannya shelter ini adalah untuk menertibkan aktivitas antarjemput sehingga lebih memudahkan masyarakat yang menggunakan Grab maupun layanan lainnya," kata dia.
Menurutnya, pembenahan sistem transportasi di Jakarta tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan konektivitas dan kemitraan dengan pelaku usaha transportasi.
"Saya berharap shelter seperti ini tidak hanya ada di sini, tetapi juga di lokasi lain dan dapat dijaga serta dirawat dengan baik. Penataan transportasi di Jakarta tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga membutuhkan konektivitas dan kerja sama dengan para pelaku usaha," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)