sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BMKG Proyeksi Musim Kemarau 2026 Lebih Awal dan Berlangsung Lebih Lama

News editor Binti Mufarida
17/04/2026 11:53 WIB
BMKG memprediksi kemarau 2026 datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang.
BMKG Proyeksi Musim Kemarau 2026 Lebih Awal dan Berlangsung Lebih Lama. (Foto: iNews Media Group)
BMKG Proyeksi Musim Kemarau 2026 Lebih Awal dan Berlangsung Lebih Lama. (Foto: iNews Media Group)

Ia menjelaskan bahwa kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase ENSO netral hingga pertengahan 2026. Namun demikian, hasil analisis BMKG pada akhir Maret 2026 menunjukkan adanya kecenderungan transisi menuju fase El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada semester II-2026.

“Hasil analisis BMKG pada akhir Maret 2026 menunjukkan adanya kecenderungan transisi menuju fase El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada semester II-2026, dengan peluang berkisar antara 50 hingga 80 persen. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi musim kemarau 2026 yang diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal,” kata Guswanto dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Lebih lanjut, Guswanto menjelaskan fenomena El Nino dengan intensitas tinggi atau belakangan disebut istilah “El Nino Godzilla” bukan merupakan terminologi resmi dalam ilmu klimatologi maupun dalam komunikasi publik.

“Dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, BMKG senantiasa menggunakan istilah serta hasil analisis ilmiah berbasis data untuk menggambarkan kondisi dan potensi perkembangan iklim secara akurat, objektif, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, Guwanto mendorong kesiapan pemerintah dalam menghadapi El Nino, termasuk langkah mitigasi dan koordinasi antar instansi.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement