"Jadi misalnya, kalau dia bawa pulang, tentu sayur tidak dicampur dengan nasi. Masing-masing dipisah-pisahkan mungkin lewat kontainer khusus. Jadi dengan demikian, itu tidak ada masalah. Kalau dibawa, dibagikan pada saat di sekolah, terus nanti dia makannya nanti di rumah, kan tidak ada masalah," ujarnya.
Untuk program MBG, Taruna Ikrar menegaskan harus tetap berjalan karena memiliki dampak yang sangat baik. Dia menegaskan makanan akan disiapkan dengan cara berbeda agar lebih tahan lama.
"Jadi kan kita tidak bisa paksakan anak-anak yang sekolah, terus karena program makan bergizi gratis dia harus batalkan puasannya, kan tidak mungkin. Jadi tidak apa-apa, dibawa pulang. Dan itu tidak ada masalah," ucapnya.
(Ibnu Hariyanto)