Kemudian, prosesi pemakaman dilakukan mulai dari memasukan jasad Eyang Merry ke liang lahat. Adapaun, liang lahat Eyang Merry bersebelahan dengan sang suami, Jenderal (Purn) Hoegeng.
Setelahnya, kumandang azan dilantunkan. Kemudian, hormat senjata dilakukan untuk mengiringi pemakanan jenazah Eyang Meri. Terdengar, tembakan salvo mengiringi jenazah Eyang Merry saat dikembumikan.
Sekadar informasi, istri almarhum mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani Hoegeng meninggal dunia di usia 100 tahun. Eyang Meri berpulang pada Selasa (3/2/2026).
(Nur Ichsan Yuniarto)