Ia mengingatkan bahwa Komando Operasi Udara II Makassar memiliki tanggung jawab mengawasi sekitar sepertiga wilayah Indonesia. Karena itu, penguatan sistem deteksi dan kendali ruang udara dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak.
Selain itu, Syamsu juga menekankan pentingnya kemampuan mendeteksi potensi ancaman dari Unmanned Aerial Vehicle (UAV) maupun berbagai entitas udara lain yang berpotensi mengganggu kedaulatan negara.
"Kita tidak menginginkan hal itu terjadi, tetapi kita harus bersiap," tutur Syamsu.
(kunthi fahmar sandy)