IDXChannel - Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) memperingatkan bahwa gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz dapat berkembang menjadi bencana agrifood global.
Dilansir dari Anadolu pada Minggu (19/4/2026), penutupan jalur maritim penting tersebut menghambat pengiriman bahan baku pertanian, terutama pupuk.
Gangguan yang berkepanjagan di Selat Hormuz bisa mengurangi hasil panen pada akhir tahun ini dan hingga 2027, yang ujungnya akan mengerek harga pangan.
FAO mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal-kapal yang membawa pupuk harus dapat melanjutkan perjalanan sesegera mungkin. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu memperingatkan bahwa negara-negara miskin paling rentan terhadap gangguan ini.
FAO mengatakan Indeks Harga Pangan pada Maret relatif stabil karena pasokan sebagian besar komoditas masih melimpah, terutama serealia seperti beras dan gandum.