Namun, harga pangan diperkirakan mulai naik signfikan pada April dan Mei.
FAO mendesak pemerintah untuk menghindari pembatasan ekspor energi dan pupuk serta untuk menilai kembali mandat biofuel, mengalihkan lebih banyak lahan dan sumber daya ke biofuel dapat semakin memperketat pasokan pangan.
Badan tersebut juga mengatakan bahwa instrumen pembiayaan multilateral, termasuk fasilitas Dana Moneter Internasional (IMF), dapat digunakan untuk membantu negara-negara rentan mendapatkan pupuk dengan cepat.
FAO menambahkan bahwa pasar pupuk dan energi bersifat inelastis, artinya harga dapat naik tajam bahkan dengan gangguan yang relatif kecil dalam volume perdagangan, dan memperingatkan bahwa risiko saat ini mungkin melebihi risiko yang terlihat pada 2022 jika diperparah oleh El Nino yang kuat. (Wahyu Dwi Anggoro)