“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya berhenti,” kata Franoto saat dihubungi wartawan.
Akibat KRL yang berhenti di jalur tersebut, rangkaian kereta lain yang berada di belakangnya, yakni KA Argo Bromo, tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.
“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” kata dia.
Akibat insiden ini, masinis dan seluruh penumpang KA Argo Bromo selamat sementara tujuh penumpang KRL meninggal dunia.
“Saya meng-update jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu tujuh orang. Dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin, Selasa (28/4/2026).
(Nur Ichsan Yuniarto)