Tehran mengancam akan menyerang kapal apa pun yang mencoba melewati jalur maritim tersebut tanpa koordinasi sebelumnya. Sebelum pembatasan tersebut, 20 juta barel minyak melewati selat tersebut setiap hari.
Pembatasan tersebut telah meningkatkan biaya pengiriman dan asuransi, mendorong kenaikan harga minyak, dan memicu kekhawatiran tentang ekonomi global.
AS dan Israel melancarkan serangan udara pada 28 Februari terhadap Iran, menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (Wahyu Dwi Anggoro)