Fasilitas pendukung seperti filter air minum, tandon, dan perangkat suara turut disiapkan untuk mendukung aktivitas ibadah.
Selain bantuan berbasis kolaborasi, Kementerian Agama juga membawa bantuan langsung berupa sarung, mukena, sajadah, Mushaf Al-Qur’an, dan tikar untuk disalurkan ke lokasi kunjungan.
Bantuan ini melengkapi dukungan anggaran yang telah dialokasikan Kemenag untuk pemulihan layanan keagamaan pascabencana.
Abu menyebut, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal pemulihan secara bertahap dan berkelanjutan.
Dia berharap sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial-keagamaan warga terdampak.
(Nur Ichsan Yuniarto)