Namun, juru bicara tersebut menambahkan bahwa Amerika, dengan rekam jejak pelanggaran kepercayaan yang berulang, terus terlibat dalam perampokan dan pembajakan dengan kedok apa yang disebut blokade.
"Karena alasan ini, kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke keadaan semula, dan selat strategis ini berada di bawah pengawasan dan kendali ketat angkatan bersenjata," kata juru bicara tersebut, dilansir Press TV.
(Febrina Ratna Iskana)