Perang tersebut meluas hingga ke kawasan setelah Iran melakukan aksi balasan terhadap agresi AS-Israel. Sejauh ini, 1.332 orang gugur dan AS mengonfirmasi enam tentaranya tewas. Sementara, jumlah korban di sejumlah negara seperti Lebanon, Kuwait, Irak, dan UEA juga terus berjatuhan.
Pemerintah Inggris mengambil sikap hati-hati terhadap perang tersebut sekaligus menyinggung aksi tersebut melanggar hukum internasional.
PM Inggris, Keir Starmer menolak ajakan AS dan Israel bergabung dalam serangan karena hanya akan menimbulkan korban lebih banyak. Selain itu, Inggris juga menolak pangkalan Royal Air Force (RAF) di Siprus digunakan untuk basis militer AS.
"Kami tidak akan bergabung dengan serangan ofensif AS dan Israel dan mengutamakan kepentingan nasional dan nyawa warga Inggris," kata Starmer.
Keputusan Inggris tersebut memicu kekecewaan Trump. Saat bertemu Kanselir Jerman, Friedrich Merz di Gedung Putih, Trump berulang kali menyatakan tidak senang dengan Inggris.