sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

KPK Duga Bupati Kuansing Menyogok dengan Dolar Singapura, Didapat dari SHU Petani Desa

News editor Nur Khabibi
08/07/2026 12:23 WIB
KPK menemukan dugaan penerimaan uang Suhardiman dari para petani anggota Koperasi Unit Desa (KUD) untuk pengurusan izin pelepasan kawasan hutan. 
KPK Duga Bupati Kuansing Menyogok dengan Dolar Singapura, Didapat dari SHU Petani Desa. (Foto: MNC Mrdia)
KPK Duga Bupati Kuansing Menyogok dengan Dolar Singapura, Didapat dari SHU Petani Desa. (Foto: MNC Mrdia)

"Hal itu juga kemudian telah dikonfirmasi oleh Pak Menteri melalui konpers, bahkan disampaikan secara detail timelinenya, kapan penerimaan itu dilakukan, kapan kemudian dikembalikan," ujarnya. 

Bupati Minta Jatah ke 914 Petani

KPK mengungkapkan, Suhardiman Amby 'meminta jatah' uang dari 914 petani untuk pengurusan izin pelepasan kawasan hutan produksi terbatas (HPT). Uang tersebut merupakan sisa hasil usaha (SHU) anggota Koperasi Unit Desa (KUD). 

"Diduga bahwa bupati ini juga mengumpulkan sejumlah uang dari 914 anggota KUD ya, untuk pengurusan pelepasan izin kawasan hutan," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Selasa (7/7/2026). 

Budi menyebutkan, uang tersebut guna mengurus lahan seluas 1.828 hektare. Uang yang dikumpulkan itu, kata Budi, ditukarkan ke valuta asing (valas). 

"Dalam pengumpulan uang tersebut, diduga uang-uang yang dikumpulkan kemudian dikonversi ke dalam bentuk Singapore Dollar," ujarnya. 


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement