Sementara itu, China menentang resolusi yang mengizinkan penggunaan kekuatan militer karena dinilai dapat memperburuk konflik. Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong mengatakan langkah tersebut berpotensi memperparah situasi.
“Langkah tersebut akan melegitimasi penggunaan kekuatan yang melanggar hukum dan tidak selektif, yang pasti akan memperburuk situasi dan menimbulkan konsekuensi serius,” ujarnya.
Bahrain dikabarkan telah menghapus klausul "keras" tersebut untuk menanggapi protes dari China dan Rusia. Resolusi Dewan Keamanan PBB membutuhkan minimal sembilan suara setuju dan tidak boleh ada veto dari lima anggota tetap yaitu AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.
Pemerintah Bahrain menilai upaya Iran mengendalikan navigasi internasional di Selat Hormuz mengancam kepentingan global dan membutuhkan respons tegas dari komunitas internasional.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji akan melanjutkan serangan terhadap Iran, namun belum menjelaskan rencana untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang semakin mendorong kenaikan harga minyak dunia.