Peningkatan wisatawan, kata Budi Gunadi, membuat para relawan memilih langkah alternatif. Sebab, mereka kehabisan tiket dengan diskon akhir tahun yang diberikan pemerintah.
“Enggak kebagian untuk para relawan yang ada hanya tiket kelas bisnis yang mahal-mahal. Itulah yang menyebabkan (perubahan rute) jadi karena banyaknya orang yang masuk ke Medan pada saat nataru,” lanjutnya.
“Tapi sekarang kondisinya sudah normal dan sekarang teman-teman bisa langsung terbang ke Medan dan menjadi relawan di sana, kalau ke Aceh sih enggak terlalu bermasalah,” jelasnya.
Saat ini, Budi memastikan penerbangan relawan kehehatan dari Jakarta-Medan untuk mengakses lokasi bencana sudah kembali normal tanpa harus transit ke Malaysia.
(Nadya Kurnia)