sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Musim Kemarau 2026 Lebih Kering, BMKG Mengimbau Potensi Lonjakan Hotspot

News editor Binti Mufarida
11/04/2026 14:30 WIB
BMKG memperingatkan tambahan jumlah titik kebakaran (hotspot) karena musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dari tahun sebelumnya.
Musim Kemarau 2026 Lebih Kering, BMKG Mengimbau Potensi Lonjakan Hotspot. (Foto: BMKG)
Musim Kemarau 2026 Lebih Kering, BMKG Mengimbau Potensi Lonjakan Hotspot. (Foto: BMKG)

“Pemanasan di wilayah Nino 3.4 berpotensi berkembang menjadi El Niño lemah hingga moderat, yang dapat menekan pembentukan awan hujan di Indonesia dan menyebabkan penurunan curah hujan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa periode kritis potensi karhutla diperkirakan terjadi mulai Mei hingga September, dengan puncak pada Agustus hingga September, seiring meluasnya wilayah dengan curah hujan di bawah normal.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menekankan pentingnya pemanfaatan informasi cuaca jangka pendek dalam mendukung langkah mitigasi di lapangan.

“Dalam sepekan ke depan masih terdapat potensi hujan di beberapa wilayah rawan, sehingga ini menjadi window of opportunity untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sebelum kondisi semakin kering,” ungkapnya.

BMKG Perkuat Pemantauan Hotspot Secara Real-Time

BMKG juga terus memperkuat pemantauan hotspot secara real-time melalui data satelit yang diperbarui setiap lima menit, serta menyediakan sistem peringatan dini berbasis indeks kerawanan kebakaran hutan dan lahan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement