Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilaksanakan di sejumlah wilayah prioritas, salah satunya di Provinsi Riau sejak 28 Maret lalu.
“Operasi modifikasi cuaca di Riau telah menghasilkan tambahan curah hujan yang signifikan, mencapai ratusan juta meter kubik, sebagai upaya pembasahan lahan untuk menekan potensi kebakaran,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pendekatan penanganan karhutla saat ini lebih menitikberatkan pada langkah preventif melalui pembasahan lahan (rewetting) agar potensi karhutla dapat ditekan sejak dini.
Kepala BMKG Faisal juga menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor. BMKG mendorong koordinasi yang lebih erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dunia usaha, khususnya dalam pemanfaatan data tinggi muka air tanah gambut untuk meningkatkan akurasi intervensi di lapangan.
"Melalui dukungan data dan informasi yang akurat serta penguatan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, BMKG optimistis upaya mitigasi karhutla 2026 dapat dilakukan secara lebih efektif dan terkoordinasi guna meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan," pungkasnya.
(Nadya Kurnia)