IDXChannel - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama Pemerintah mulai menggodok Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur pembagian pendapatan sebesar 92 persen untuk pengemudi ojol dan 8 persen aplikator. Perpres itu ditargetkan rampung pada pekan depan.
Rapat itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan didampingi Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati. Sementara itu, perwakilan Pemerintah turut hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Ketenagakerjaan Yasirli, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman.
Dasco mengatakan, rapat koordinasi tingkat tinggi ini digelar untuk menyempurnakan perpres tentang ojol. Ia berkata, rancangan aturan itu sudah hampir rampung.
"Hari ini kami kembali mengadakan rapat koordinasi untuk menyempurnakan Perpres tentang Ojol yang alhamdulillah sedikit lagi sudah final. Nah, tadi kami sudah sepakat bahwa tim akan bertemu sekali lagi untuk kemudian finalisasi," kata Dasco usai rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
Dalam forum itu, Dasco menyampaikan, DPR RI dan Pemerintah menampung aspirasi dari Koalisi Ojol Nasional. Aspirasi itu, menyangkut pembagian pendapatan sebesar 92 persen untuk pengemudi ojol dan 8 persen aplikator.
"Ya, tadi kita sudah juga mendengar dari Koalisi Ojol Nasional, menerima masukan dari mereka tentang bagaimana tarif yang selama ini dari pemberlakuan kemudian 92-8 persen itu berjalan dan evaluasinya," kata Dasco.
Sementara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan, Koalisi Ojol Nasional menyambut baik pemberlakuan pembagian pendapatan sebesar 92 persen untuk pengemudi ojol dan 8 persen aplikator.
"Meskipun memang ada beberapa teman-teman aplikator yang perlu kita tertibkan kedisiplinannya. Ini salah satu yang tadidisampaikan itu," kata Prasetyo.
Terkait pemberlakuan perpres, Prasetyo berkata, penyusun sudah hampir rampung. Ia mengatakan, masih ada satu pertemuan lagi untuk menjaring aspirasi dari Asosiasi Ojol sebelum perpres itu diterbitkan. Ia menargetkan, perpres itu rampung pada pekan depan.
"Pekan depan, minggu depan kita. Biar segera selesai semua," kata Prasetyo.
(Nur Ichsan Yuniarto)