Lebih lanjut, kata Asep, DLH pun memberlakukan pola penanganan khusus selama musim hujan seperti pengaktifan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir dengan mengoptimalkan 29 unit saringan sampah otomatis.
Asep mengatakan personel lapangan turut dilengkapi dengan perlengkapan pendukung, seperti kubus apung, bus toilet, tangki air, dan toilet portabel.
“Melalui sistem siaga ini, kami berupaya mencegah sampah menyumbat saluran air serta menjaga kelancaran aliran sungai, sehingga dampak banjir dapat ditekan secara efektif. Harapannya, warga dapat segera kembali beraktivitas di lingkungan yang aman dan bersih,” ujar dia.
(Nadya Kurnia)