"Semua orang sekarang ini mintanya kontraktor itu bekerja di Jakarta karena apa? Pertama, sampahnya setiap hari hampir 8.000 ton," kata dia.
"Kedua, kita punya cadangan di Bantargebang 55 juta ton. Ini menjadi harta karun bagi semua orang untuk memperebutkan itu," katanya.
Soal rencana pembangunan itu, kata Pramono, Pemprov DKI Jakarta juga masih menunggu keputusan dari BPI Danantara.
"Makanya saya ingin semuanya dilakukan dengan benar, transparan, dan terbuka. Maka untuk itu kami juga sedang menunggu koordinasi dengan Danantara untuk segera diputuskan," ujar dia.
(Dhera Arizona)