sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perang Iran vs AS, Poppy Zeidra: RI Harus Jadi Motor Diplomasi Global

News editor Rahmat Fiansyah
04/03/2026 00:00 WIB
Berposisi sebagai Presiden Dewan HAM PBB, Indonesia dinilai memiliki tanggung jawab moral mendorong diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Berposisi sebagai Presiden Dewan HAM PBB, Indonesia memiliki tanggung jawab moral mendorong penghormatan terhadap hukum internasional. (Foto: iNews Media Group)
Berposisi sebagai Presiden Dewan HAM PBB, Indonesia memiliki tanggung jawab moral mendorong penghormatan terhadap hukum internasional. (Foto: iNews Media Group)

Poppy menekankan bahwa eskalasi konflik juga meningkatkan risiko pelanggaran hukum humaniter internasional, sanksi ekonomi, serta potensi gugatan lintas yurisdiksi terhadap korporasi yang beroperasi di kawasan terdampak.

"Dalam konteks ini, Human Rights Due Diligence (HRDD) menjadi semakin relevan. Dunia usaha harus memastikan operasionalnya tidak berkontribusi terhadap pelanggaran HAM, baik secara langsung maupun tidak langsung. Stabilitas geopolitik dan kepatuhan HAM kini menjadi bagian dari manajemen risiko bisnis modern,” ujarnya.

Indonesia, menurutnya, harus mengambil posisi sebagai penyeimbang global, yaotu Diplomasi di atas dominasi, Dialog di atas destruksi, dan Kemanusiaan di atas kepentingan.

“Perang bukan hanya krisis militer. Ia adalah krisis empati, krisis kepemimpinan, dan krisis tata kelola global. Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi jangkar stabilitas, baik dalam konteks kemanusiaan maupun keberlanjutan ekonomi global,” pungkas Poppy.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement