Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan teknologi, penguatan kemitraan strategis, hingga mendorong dukungan fiskal dari pemerintah untuk menarik lebih banyak investor untuk mempercepat eksplorasi dan eksploitasi migas.
“Hal yang penting adalah bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif untuk meningkatkan keekonomian proyek, kelayakan proyek, dan meyakinkan pemerintah untuk menyediakan semacam skema dan insentif fiskal yang baik bagi proyek untuk mempercepat produksi dan lifting,” jelasnya.
Pertamina saat ini menjalankan dua pilar utama strategi bisnis, yakni mengoptimalkan bisnis eksisting berbasis energi fosil dan mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon. Namun, mayoritas alokasi investasi masih difokuskan pada hulu migas untuk menjaga produksi nasional.
Pada sektor hilir, Pertamina menjalankan berbagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor produk olahan, termasuk mendukung program mandatori biodiesel nasional.
Setelah implementasi B40, pemerintah juga tengah mendorong pengembangan menuju B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.