“Total bantuan yang diberangkatkan sekitar 60 ton. Harapan Bapak Kapolda, seluruh bantuan dapat sampai dengan aman, disalurkan tepat sasaran dan benar-benar membantu kebutuhan masyarakat selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana,” kata Imran.
Imran menambahkan, bantuan tersebut memang dihimpun oleh seluruh satuan kerja (satker) Polda Riau untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Imran menegaskan, kehadiran Polri dalam situasi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.
Tugas kepolisian, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga bagaimana Polri dapat hadir dan memberikan manfaat ketika masyarakat menghadapi kesulitan.
“Ini merupakan bagian dari semangat Polisi sebagai pejuang kemanusiaan dan pembangun peradaban. Kehadiran Polri harus memberi manfaat, menjaga kehidupan dan ikut memperkuat nilai kemanusiaan serta kepedulian di tengah masyarakat,” katanya.
Imran mengatakan, bantuan tersebut membawa pesan solidaritas masyarakat Riau kepada masyarakat NTT. Polda Riau berharap proses pengiriman hingga pendistribusian di daerah terdampak berjalan aman dan lancar.
“Dari Bumi Lancang Kuning, bantuan ini kami kirimkan untuk saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
(Nur ichsan Yuniarto)