IDXChannel - DPR RI akan memanggil Kemendikdasmen untuk meminta penjelasan perihal instruksi Presiden Prabowo Subianto agar sekolah dalam negeri belajar Bahasa Prancis.
Hal ini dilakukan lantaran jangan sampai wacana itu hanya sekadar diplomasi belaka.
"Untuk kejelasan wajib belajar bahasa Prancis di sekolah, kami tentu akan meminta Kemendikdasmen menjelaskannya pada Raker dengan kami nanti," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, Jumat (29/5/2026).
Apalagi, kata dia, Presiden Prabowo juga sempat menggulirkan wacana pembelajaran Bahasa Portugis di sekolah Indonesia dan belum ada tindaklanjutnya.
"Karena sebelumnya juga sempat muncul wacana bahasa Portugis, namun sampai sekarang belum terlihat tindak lanjut baik dari sisi roadmap, regulasi, maupun kesiapan implementasinya," katanya.
Dia menilai, penguatan kemampuan bahasa asing bagi pelajar di tanah air penting. Namun, ia mengingatkan, kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional, kesiapan tenaga pendidik, kurikulum, dan manfaat nyata bagi peserta didik.
"Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan yang matang," kata Lalu.
"Karena itu, kami akan memastikan terlebih dahulu dalam Raker dengan Kemendikdasmen nanti, apakah rencana ini benar-benar menjadi prioritas pendidikan nasional ataukah masih wacana," lanjutnya.
Kendati demikian, Lalu menilai, penerapan pembelajaran bahasa asing dilakukan bertahap bila sarana infrastruktur belum memadai.
"Menurut kamj, jika kesiapan belum menyeluruh, maka penerapannya sebaiknya dilakukan secara bertahap, sebagai mata pelajaran pilihan, atau program khusus di sekolah tertentu," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan telah menginstruksikan sekolah-sekolah di Indonesia untuk mempelajari bahasa Prancis. Penegasan tersebut diungkapkan Prabowo saat Joint Press Statement bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di Istana Elysee, Paris, Kamis (28/5/2026).
Awalnya, Prabowo mengatakan bahwa dalam beberapa hal Indonesia dan Prancis memiliki hubungan bilateral yang sangat baik. Hal ini, kata Kepala Negara, tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron.
Prabowo pun menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Prancis di bidang pertahanan hubungan sangat baik. Kemudian, di bidang kerja sama sains dan teknologi pun sangat baik. Dirinya mengatakan ingin meningkatkan hubungan kerja sama di bidang pendidikan.
“Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia kedepan,” kata Prabowo.
(Nur Ichsan Yuniarto)