Di Taiwan, pemerintah menyatakan tengah memantau situasi dengan saksama, seraya mencatat bahwa pemerintah AS belum sepenuhnya menentukan cara implementasi kesepakatan dagang dengan banyak negara.
"Meskipun dampak awal terhadap Taiwan tampak terbatas, pemerintah akan terus memantau perkembangan dan menjaga komunikasi erat dengan AS untuk memahami detail implementasi serta merespons secara tepat," demikian pernyataan kabinet.
Taiwan telah menandatangani dua kesepakatan terbaru dengan AS, satu berupa Nota Kesepahaman bulan lalu yang berkomitmen pada investasi sebesar USD250 miliar, dan satu lagi bulan ini untuk menurunkan tarif timbal balik.
Analis menilai putusan Mahkamah Agung terhadap kebijakan tarif agresif Trump kemungkinan hanya memberi sedikit kelegaan bagi ekonomi global.
Dalam pengungkapan korporasi yang dilacak Reuters, perusahaan-perusahaan di kawasan Asia-Pasifik melaporkan tekanan finansial, pergeseran rantai pasok, hingga penarikan bisnis seiring eskalasi tarif sepanjang 2025 hingga awal 2026.
(NIA DEVIYANA)