sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sekolah Rakyat Hanya untuk Anak Keluarga Prasejahtera, Mensos Tegaskan Tidak Ada Pungutan

News editor Binti Mufarida
04/06/2026 10:20 WIB
Dia menegaskan proses penerimaan siswa Sekolah Rakyat dilakukan secara ketat, transparan, dan berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekolah Rakyat Hanya untuk Anak Keluarga Prasejahtera, Mensos Tegaskan Tidak Ada Pungutan. (Foto: Kemensos)
Sekolah Rakyat Hanya untuk Anak Keluarga Prasejahtera, Mensos Tegaskan Tidak Ada Pungutan. (Foto: Kemensos)

“Jadi sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran. (Namun) Menjangkau siswa-siswa melalui data yang ada, yang dimiliki oleh pemerintah di DTSEN dan sebagian lagi dijangkau ketika ketemu di jalanan,” jelas Gus Ipul.

Penjangkauan calon siswa paling banyak dilakukan pada jenjang SMP dengan lebih dari 17.815 anak. Selanjutnya, jenjang SMA sebanyak 16.206 anak dan SD lebih dari 3.597 anak.

Kemensos juga menjangkau anak-anak rentan yang hidup di jalanan. Dari total peserta yang terdata, sebanyak 429 anak dijangkau langsung dari jalanan, terutama di wilayah Jabodetabek.

Sebagian besar calon siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sangat terbatas. Sebanyak 18.737 anak berasal dari keluarga berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Sementara 1.624 anak berasal dari keluarga tanpa penghasilan, dan 10.774 anak berasal dari keluarga dengan penghasilan Rp1 juta per bulan hingga setara upah minimum regional (UMR).

Gus Ipul mengatakan, mayoritas orang tua calon peserta didik bekerja di sektor informal. Di antaranya buruh pertanian sebanyak 4.184 orang, buruh bangunan 3.421 orang, jasa lainnya 2.307 orang, buruh perkebunan 1.915 orang, serta buruh industri 1.246 orang.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement