“Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional,” ujarnya.
Alasan kedua, lanjut Prasetyo, adalah karakter kepemimpinan Nanik yang dinilai tegas dan disiplin dalam menjalankan tata kelola organisasi. Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring pemerintah, Nanik dikenal ketat dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP), manajemen kelembagaan, serta pengawasan kualitas makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat program MBG.
“Nah, yang kedua, dalam evaluasi dan monitoring, beliau salah satu yang cukup kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas terhadap yang kemarin kami sampaikan, kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP, kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat,” kata Prasetyo.
Presiden, kata Prasetyo, berharap kepemimpinan Nanik bersama dua wakil kepala yang baru dapat mempercepat proses pembenahan dan perbaikan tata kelola di BGN, sekaligus memastikan program MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan,” kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)