“Kami melakukan penggeledahan itu dan itu dalam rangka kami mencari dugaan aliran-aliran dana ke satu atau dua orang melalui tempat penukaran gitu. Memang ada aliran uang, dari mana dan ke mananya belum bisa kami buka. Tapi melalui ke tempat penukaran uang itu," katanya.
Dalam penggeledahan tersebut, lanjut dia, sejumlah dokumen turut disita oleh penyidik.
“BB yang kami sita adalah berupa dokumen, karena yang kami cari adalah jejak-jejak transaksi di situ dan yang kami cari adalah dokumen-dokumen yang ada di situ,” jelas dia.
Sebelumnya, Kejagung melakukan penggeledahan di lima lokasi dalam penyidikan dugaan korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah minyak kelapa sawit tahun 2022.
Salah satu lokasi yang digeledah diketahui merupakan rumah seorang pejabat Bea Cukai.
"Terkait dengan perkara di Bea Cukai ada penggeledahan lebih dari lima titik dan barang-barang yang sudah diambil ada dokumentasi-dokumentasi yang diperlukan dalam penyidikan," kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna.