"Mohon maaf kami tidak bisa mengatakan tidak untuk tidak diusut secara pidana,” lanjutnya.
Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah sudah memiliki pengalaman dalam menindak pelanggaran serupa, sehingga pelaku usaha diminta untuk tidak bermain harga.
“Dan sudah ada beberapa contoh di beberapa tempat dan di waktu-waktu yang lampau, siapa yang melanggar akan ditindak tegas. Karena apa? Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak ya beras, jagung, cabai, ayam dan lain-lain ini, apalagi di situasi Ramadan dan Idulfitri,” katanya.
Di sisi lain, Sudaryono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus memantau perkembangan harga pangan nasional secara intens. Pemantauan dilakukan melalui laporan dari Kementerian Pertanian, media, serta laporan masyarakat.
“Terakhir terkait harga-harga komoditas penting ini, Bapak Presiden secara secara dekat, secara berkala, dan secara intens memonitor. Baik itu Pak Menteri Pertanian, dalam hal ini Pak Amran, pimpinan saya, termasuk saya dimonitor harga-harga mana yang naik mana yang tidak naik, termasuk jika ada harga naik dari media sosial, laporan dan lain-lain untuk segera ditindaklanjuti,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)