"Seiring meningkatnya kedudukan internasional China, Beijing kemungkinan besar berupaya untuk lebih aktif menarik Pyongyang ke dalam orbit diplomatiknya sebagai mitra dalam memajukan tatanan multilateral yang lebih luas," kata ahli Korut dari Universitas Kyungnam, Lim Eul-chul, kepada AFP.
Korut bergantung pada China hingga 95 persen dari total perdagangan dan 85 persen dari ekspornya.
Xi terakhir kali bertemu Kim pada September 2025, ketika ia mengundang pemimpin Korut itu sebagai tamu kehormatan dalam parade militer di Beijing yang menandai peringatan 80 tahun kemenangan atas Jepang dalam Perang Dunia II.
Pada 2019, Xi disambut di Korut dengan meriah untuk merayakan persahabatan antara kedua negara. Sebelum kunjungan itu, tidak ada pemimpin China yang mengunjungi Korut sejak Hu Jintao pada 2005. (Wahyu Dwi Anggoro)