AALI
9875
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1470
ACES
1235
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2860
ADHI
1020
ADMF
7700
ADMG
192
ADRO
1805
AGAR
340
AGII
1515
AGRO
1995
AGRO-R
0
AGRS
173
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
212
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4110
AKSI
418
ALDO
1065
ALKA
244
ALMI
234
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.79
0.92%
+4.59
IHSG
6525.00
0.27%
+17.32
LQ45
939.27
0.83%
+7.72
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,641 / gram

Animo Masyarakat Tinggi, JK Harap Pelaksanaan Haji Bisa Normal Kembali

SYARIAH
Fahreza Rizky
Minggu, 07 November 2021 08:32 WIB
Dengan dibukanya kembali akses bagi jemaah asal Indonesia untuk dapat beribadah umrah dan haji telah munumbuhkan antusiasme bagi warga.
Animo Masyarakat Tinggi, JK Harap Pelaksanaan Haji Bisa Normal Kembali. (Foto: MNC Media)
Animo Masyarakat Tinggi, JK Harap Pelaksanaan Haji Bisa Normal Kembali. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Dengan dibukanya kembali akses bagi jemaah asal Indonesia untuk dapat beribadah umrah dan haji telah munumbuhkan antusiasme bagi warga. Tidak hanya itu, Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Jusuf Kalla (JK) juga berharap pelaksanaan ibadah haji bisa kembali normal di tengah pandemi Covid-19.

JK menyebutkan, pelaksanaan ibadah haji dua tahun terakhir memang tak segampang dengan pelaksanaan haji-haji sebelumnya. Selain karena pandemi, juga berpengaruh kepada kuota calon jamaah haji Indonesia yang masuk dalam daftar tunggu. 

“Olehnya itu kita sangat berharap mulai tahun depan, pelaksanaan ibadah haji bisa kembali berjalan normal,” harap mantan Wapres RI tersebut dalam Pelantikan Pengurus Pusat IPHI 2021-2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur melalui keterangan tertulis dikutip Minggu (7/11/2021).

JK menyadari, animo masyarakat Indonesia untuk melaksanakan haji masih sangat tinggi. JK menyebutkan, setiap tahun, sekira 200 ribu penduduk Indonesia menjadi pendaftar baru untuk melaksanakan rukun Islam kelima tersebut. Namun sayangnya, dalam dua tahun terakhir ini pelaksanaan haji menghadapi kendala karena pandemi. 

JK berpandangan, fasilitas haji di Makkah saat ini jauh lebih baik dibanding pelaksanaan haji sebelumnya. Sehingga ia berharap, kuota haji bisa bertambah 4 hingga 5 juta setiap tahunnya dibanding kuota haji sebelumnya. Penambahan kuota tersebut akan berdampak pada waiting list calon jamaah haji Indonesia.

Seperti diketahui, lanjut JK, jumlah waiting list atau daftar tunggu haji di Indonesia rerata 30 tahun. “Kalau di jawa rata-rata 20 tahun menunggu. Tapi di Sulawesi sampai 40 tahun menunggu. Jadi kalau mendaftar di usia 20 tahun. Nanti naik hajinya setelah berusia 60 tahun,” kata JK lagi. 

Lebih lanjut JK menilai, salah satu syarat utama dari pelaksanaan haji adalah persoalan kuota. Jika kuota tak bisa dipenuhi oleh Arab Saudi, maka persyaratan lainnya tetap tidak bisa menjadi jaminan untuk naik haji. 

“Ada empat syarat untuk naik haji, yakni keimanan, keuangan, kesehatan dan terakhir kuota. Walaupun tiga syarat terpenuhi tapi kuotanya penuh tetap tak bisa naik haji,’ imbuh JK 

Pada kesempatan sama, JK memiliki harapan besar kepada pengurus IPHI yang baru. JK berpesan agar IPHI harus menjadi organisasi yang bermanfaat bagi para calon jamaah haji Indonesia. JK yang menceritakan pengalaman hajinya itu menilai bahwa pelaksanaan ibadah haji semakin baik. 

Namun yang paling penting bahwa berhaji juga perlu menjaga keselamatan. Sehingga berhaji butuh persiapan, baik kesehatan maupun persiapan soal pengetahuan.

“Tentu saja kita berharap IPHI bisa menjalankan tugasnya untuk memberikan pengalamannya dan pengetahuannya kepada calon-calon haji disamping agar jamaah bisa jadi haji mabrur,” tutup JK. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD