Masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat terhadap berbagai tawaran paket haji yang menjanjikan keberangkatan tanpa antre, termasuk yang kerap disebut sebagai paket Furoda.
“Masyarakat jangan terpaku pada nama paketnya, tetapi pastikan kepastian visa hajinya, legalitas penyelenggaranya, dan kesesuaian prosedur dengan aturan resmi pemerintah,” ujar Yusron.
Pemerintah bersama KJRI Jeddah menilai penguatan pengawasan serta koordinasi lintas instansi menjadi langkah penting untuk mencegah praktik penipuan dalam perjalanan ibadah. Edukasi kepada masyarakat juga terus ditingkatkan agar calon jemaah dapat memahami prosedur yang benar.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses ibadah haji berjalan sesuai ketentuan serta menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
(Shifa Nurhaliza Putri)