AALI
9725
ABBA
290
ABDA
7475
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3490
ADHI
820
ADMF
7550
ADMG
195
ADRO
2250
AGAR
362
AGII
1440
AGRO
1360
AGRO-R
0
AGRS
171
AHAP
70
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
178
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
790
AKSI
820
ALDO
1395
ALKA
334
ALMI
298
ALTO
254
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.84
-0.54%
-2.72
IHSG
6602.19
-0.18%
-11.87
LQ45
940.29
-0.48%
-4.52
HSI
24064.06
-0.2%
-48.72
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,548 / gram

Aset Perbankan Syariah Tumbuh 15,6 Persen di Tengah Pandemi

SYARIAH
Michelle Natalia
Rabu, 25 Agustus 2021 15:39 WIB
Aset perbankan syariah tumbuh 15,6 persen (year-on-year) pada Mei 2021, mencapai Rp598,2 triliun.
Aset perbankan syariah tumbuh 15,6 persen (year-on-year) pada Mei 2021, mencapai Rp598,2 triliun. (Foto: MNC Media)
Aset perbankan syariah tumbuh 15,6 persen (year-on-year) pada Mei 2021, mencapai Rp598,2 triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Global Islamic Economic Report (2020) memproyeksikan keuangan syariah akan pulih dan terus tumbuh meski terdampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020.Hal itu termasuk keuangan syariah Indonesia yang juga tumbuh positif di tengah pandemi.

“Dari sisi perbankan, aset perbankan syariah tumbuh 15,6 persen (year-on-year) pada Mei 2021 dan mencapai Rp598,2 triliun. Oleh karena itu, kinerja perbankan syariah jauh lebih baik daripada yang konvensional”, kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada acara 5th Annual Islamic Finance Conference (AIFC), Rabu (28/8/2021).

Selain peningkatan jumlah investor di pasar modal syariah, outstanding Sukuk juga mengalami pertumbuhan 10,75% (year-to-date) per Juli 2021. Menurut Menkeu, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk mengoptimalkan pasar keuangan syariah dengan mengembangkan lebih banyak varian pembiayaan Sukuk, seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) dan Green Sukuk.

“Di tengah ketidakpastian kondisi pasar global akibat Covid-19, pada Juni 2021, Pemerintah Indonesia kembali menerbitkan Green Sukuk di pasar global senilai total USD3 miliar. Penerbitan ini menjadi contoh yang sangat baik, bagaimana peranan pemerintah dalam meningkatkan partisipasi sektor swasta mengembangkan proyek hijau berbasis Syariah” ujar Menkeu.

Menkeu mengungkapkan bahwa penerbitan Global Green Sukuk mendapatkan berbagai pencapaian. Salah satunya adalah pertama kali dan terpanjang di dunia dengan imbal hasil Green Sukuk mencapai 30 tahun.

“Sukuk yang diterbitkan Indonesia di pasar global juga menunjukan ketertarikan banyak investor hijau global, 57 persen dari total nilai penerbitan Green Sukuk. Imbal hasilnya juga mendapatkan pencapaian, tercatat sebagai imbal hasil 30 tahun terendah yang pernah ada”, bebernya.

Green Sukuk, menurut Menkeu, menunjukkan potensi untuk meningkatkan investasi publik dan swasta secara signifikan, membangun ketahanan ekonomi, mengurangi emisi karbon, dan dapat menjadi game changer di tengah pandemi Covid-19. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD