AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

BPJPH Tegaskan Sertifikasi Halal Bukan Sekadar Formalitas 

SYARIAH
Dimas Choirul
Senin, 22 November 2021 08:37 WIB
BPJPH Kementerian Agama menegaskan sertifikasi halal bukan sekedar formalitas administratif yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha.
BPJPH Tegaskan Sertifikasi Halal Bukan Sekadar Formalitas  (Dok.MNC Media)
BPJPH Tegaskan Sertifikasi Halal Bukan Sekadar Formalitas  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menegaskan sertifikasi halal bukan sekedar formalitas administratif yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha, tetapi sebuah standar yang diberlakukan pada produk sesuai ketentuan regulasi. 

"Sertifikasi halal ini sangat penting karena merupakan sebuah standar, jadi bukan sekedar formalitas untuk memenuhi kewajiban secara administratif," ungkap Kepala BPJH Muhammad Aqil Irhamsaat memberikan pembinaan Jaminan Produk Halal (JPH) kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Semarang, dikutip Jumat (19/11/2021).

Sebagai sebuah standar, lanjut Aqil Irham, sertifikasi halal memberikan sejumlah manfaat dan keuntungan, baik bagi pelaku usaha atau produsen maupun bagi konsumen produk. 

Sertifikasi halal adalah bentuk pengakuan kehalalan suatu produk yang dikeluarkan oleh BPJPH setelah melalui serangkaian proses sertifikasi sesuai ketentuan regulasi yang melibatkan sejumlah pihak untuk memastikan kehalalan produk. 

Terlebih lagi, sertifikat halal menjadi alat dalam JPH sekaligus sebagai bentuk kepastian hukum terhadap kehalalan suatu produk.

"Dengan adanya sertifikat halal, maka jelaslah kepastian hukum akan jaminan kehalalan suatu produk bagi masyarakat sebagai konsumen," ujar Aqil Irham.

"Manfaat lainnya dari sertifikasi halal adalah untuk meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halalnya," lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Hukum dan Pengawasan, Abdul Qodir. Ia bilang, produk yang telah bersertifikasi halal peluangnya sangat terbuka di pasar global.

"State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020 mencatatkan, umat Muslim menghabiskan 2,02 triliun dollar AS. Angka yang begitu besar ini menunjukkan besarnya peluang produk halal secara global," ungkap Abdul Qadir.

Untuk itu, ia meminta kepada para pegiat Usaha Kecil Menengah (UMK) untuk memperhatikan kualitas dan kehalalan produk usahanya.  

"Oleh karenanya produk halal UMK kita juga harus terus kita perkuat untuk dapat naik kelas dan kemudian mengambil peluang ini," jelasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD