Penyaluran dana ini agar memastikan fleksibilitas pembayaran lintas negara sekaligus mengendalikan risiko nilai tukar.
Masih dalam memperkuat kesiapan layanan penyelenggaraan Haji 2026, BPKH turut mengagendakan penyerahan banknotes sebesar SAR 152,49 juta pada 9 April 2026.
Dengan tambahan tersebut, realisasi penyaluran dana diproyeksikan meningkat signifikan menjadi sekitar 86,34 persen.
Fadlul menekankan di tengah potensi kenaikan biaya operasional, BPKH terus menjaga stabilitas dana haji melalui optimalisasi Nilai Manfaat yang pada tahun ini mencapai Rp6,69 triliun.
Selain itu, terdapat subsidi biaya haji di Arab Saudi sebesar Rp6,31 triliun, subsidi biaya dalam negeri sebesar Rp376,80 miliar.