AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26855.30
0.67%
+177.50
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Demi Keberangkatan Haji, Kemenag Minta Kemenkes Percepat Vaksinasi Covid-19

SYARIAH
Widya Michella
Selasa, 10 Mei 2022 23:37 WIB
Dirjen PHU Kemenag RI, Hilman Latief meminta Kemenkes mempercepat dan mensosialisasikan pemberian vaksin kepada jamaah haji 1443H/2022M.
Demi Keberangkatan Haji, Kemenag Minta Kemenkes Percepat Vaksinasi Covid-19. (Foto: MNC Media)
Demi Keberangkatan Haji, Kemenag Minta Kemenkes Percepat Vaksinasi Covid-19. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Dirjen PHU Kemenag RI, Hilman Latief meminta Kemenkes mempercepat dan mensosialisasikan pemberian vaksin kepada jamaah haji 1443H/2022M. Sekaligus meminta Kemenkes untuk menyusun skenario pemberian PCR dengan hasil negatif Covid-19 dalam 72 jam sebelum jemaah berangkat ke Arab Saudi. 

"Kemenkes bisa mempercepat pemberian vaksin dosis lengkap kepada jemaah,” kata Hilman dikutip dalam keterangannya resminya, Selasa,(10/05/2022).

Terkait pemberian dan penyerahan hasil tes PCR dengan hasil negatif sebelum 72 jam sebelum Keberangkatan ke Saudi, Hilman menegaskan agar Kemenkes menyusun skenario tersebut sehingga jemaah haji saat keberangkatan ke Tanah Suci sudah keluar hasil PCR negatifnya.

“Kemenkes juga harus menyusun skenario pemberian PCR 72 jam dengan hasil negatif sebelum jemaah diberangkatkan, sehingga saat keberangkatan ke Tanah Suci sudah clear,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dr. Budi Sylvana juga meminta kepada Ditjen PHU agar dibuatkan surat ederan (SE) pemberian vaksin kepada jemaah haji.

Menurutnya dengan adanya SE tersebut bisa mempercepat pemberian vaksin covid-19 dan vaksin meningitis.

“Di lapangan, jemaah haji sering meminta apakah ada surat edaran dari Kemenag terkait pemberian vaksin tersebut,” ujar Budi.

Pada kesempatan itu juga, Kemenag dan Kemenkes juga telah menyepakati melaksanakan vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu syarat penerbitan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) bagi jamaah haji. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD