AALI
9875
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1470
ACES
1235
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2870
ADHI
1020
ADMF
7700
ADMG
193
ADRO
1795
AGAR
340
AGII
1515
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
173
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
985
AKRA
4140
AKSI
420
ALDO
1050
ALKA
244
ALMI
240
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.45
1.46%
+7.25
IHSG
6553.16
0.7%
+45.48
LQ45
944.13
1.35%
+12.59
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,360 / gram

Empat Peran Perguruan Tinggi dalam Majukan Industri Produk Halal di RI

SYARIAH
Dita Angga Rusiana
Kamis, 11 November 2021 14:13 WIB
Perguruan tinggi memiliki peran untuk memajukan sektor industri produk halal.
Sektor halal RI
Sektor halal RI

IDXChannel - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran untuk memajukan sektor industri produk halal. Mulai dari melahirkan sumber daya manusia (SDM) hingga menjadi pusat riset produk halal.

“Memajukan sektor industri produk halal tentu tidak bisa kita lepaskan dari peran perguruan tinggi. Selain dituntut untuk melahirkan SDM yang berkualitas dan ahli di bidangnya, universitas juga memiliki tanggung jawab menghasilkan riset-riset yang berkualitas, termasuk riset-riset dalam industri produk halal,” katanya saat meresmikan Universitas Indonesia (UI) Halal Center, Kamis (11/11/2021).

Dia mengatakan setidaknya ada empat peran yang dapat diambil oleh perguruan tinggi dalam mengembangkan industri produk halal nasional. Pertama adalah pengembangan SDM.

“Dengan adanya Halal Center, universitas diharapkan dapat menjadi pusat penyedia SDM untuk industri halal, seperti penyelia halal, auditor halal, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Kemudian peran kedua yang bisa diambil adalah sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Sertifikasi halal yang bersifat wajib akan mendorong pelaku usaha untuk melakukan sertifikasi halal terhadap produk yang dihasilkannya.

“Sejauh ini, kita baru memiliki 3 LPH, yaitu LPH milik LPPOM-MUI, LPH Surveyor Indonesia, dan LPH Sucofindo,” ujarnya.

Peran yang ketiga adalah riset produk halal dan inkubasi bisnis. Dia mengatakan bahwa universitas dengan infrastruktur laboratorium, SDM, dan ilmu pengetahuan yang dimiliki, dapat menjadi pionir dalam inovasi dan riset produk halal.

“Terutama untuk mendukung pengembangan inkubasi bisnis produk halal bagi UMKM. Untuk itu, universitas perlu memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri agar dari proses hulu ke hilir semakin terintegrasi,” tuturnya.

Lalu peran keempat adalah literasi. Maruf menyebut berdasarkan hasil survei Bank Indonesia, literasi ekonomi dan keuangan syariah nasional tahun 2021 meningkat menjadi 20,1% dari tahun sebelumnya sebesar 16,3%.

“Tingkat literasi ini masih tergolong rendah, sehingga dibutuhkan upaya yang lebih maksimal lagi. Sebagai pusat pendidikan, universitas harus berperan secara aktif mendorong literasi dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah,” pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD