AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
725
ACST
193
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
805
ADMF
8150
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
308
AGII
2230
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1150
AKSI
274
ALDO
750
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.93
0.64%
+3.44
IHSG
7164.91
0.44%
+31.45
LQ45
1022.74
0.63%
+6.38
HSI
19812.78
-0.55%
-109.67
N225
28963.25
-0.89%
-259.52
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

Hukum Jual Tanah Wakaf, Apakah Diperbolehkan?

SYARIAH
Rizki Setyo Nugroho/SEO
Kamis, 02 Juni 2022 11:48 WIB
Dalam ajaran Islam, terdapat hukum jual tanah Wakaf yang perlu diketahui oleh umat muslim
Hukum Jual Tanah Wakaf, Apakah Diperbolehkan? (Foto: MNC Media)
Hukum Jual Tanah Wakaf, Apakah Diperbolehkan? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Dalam ajaran Islam, terdapat hukum jual tanah Wakaf yang perlu diketahui oleh umat muslim. 

Wakaf sendiri dalam Bahasa Arab mengandung beberapa pengertian, seperti menahan, menahan harta untuk diwakafkan, dan tidak dipindah milikkan. Bisa dibilang, Wakaf merupakan sebuah tindakan hukum yang dilakukan dengan memisahkan sebagian dari hartanya untuk kepentingan ibadah dan kesejahteraan umum. 

Lalu, sebenarnya bagaimana hukum jual tanah Wakaf jika harta yang diwakafkan berupa tanah?

Pengertian Wakaf

Menurut UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, yang dimaksud dengan Wakaf adalah “perbuatan hukum perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah”. 

Harta atau benda yang bisa diwakafkan adalah yang memiliki daya tahan lama dan/atau memiliki manfaat jangka panjang. Selain itu, harta benda wakaf juga harus memiliki nilai ekonomi yang sesuai dengan syariah.

Harta benda yang bisa diwakafkan terbagi menjadi dua jenis, yaitu benda tidak bergerak dan benda bergerak. Beberapa yang termasuk ke dalam kategori benda tidak bergerak antara lain:

  1. Hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik yang sudah maupun yang belum terdaftar;
  2. Bangunan atau bagian bangunan yang berdiri di atas tanah sebagaimana dimaksud pada huruf a
  3. Tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah
  4. Hak milik atas satuan rumah susun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  5. Benda tidak bergerak lain sesuai dengan ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Jadi, tanah termasuk ke dalam kategori benda tidak bergerak yang bisa diwakafkan. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD