AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Izinkan Buka Puasa Bersama, Maksimal 50 Persen dari Kapasitas Ruangan

SYARIAH
Quadiliba Al-farabi/MPI
Selasa, 06 April 2021 10:02 WIB
Kementerian Agama turut membolehkan pelaksanaan buka puasa bersama usai menjalankan ibadah di bulan Ramadhan 1442 H/2021 M selama masa pandemi Covid-19.
Izinkan Buka Puasa Bersama, Maksimal 50 Persen dari Kapasitas Ruangan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Agama turut membolehkan pelaksanaan buka puasa bersama usai menjalankan ibadah di bulan Ramadhan 1442 H/2021 M selama masa pandemi Covid-19. Namun, kegiatan ini dibatasi sampai dengan 50 persen dari total kapasitas ruangan.

Panduan ini tertuang dalam Surat Edaran No 03 tahun 2021 yang ditandatangani Menteri Agama, Yaqut Cholil Choumas.

"Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19," kata Yaqut di Jakarta, Senin (5/4/2021).

Adapun isi surat edaran tersebut antara lain: Pertama, Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;

Kedua, sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti. Lalu ketiga, kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

Selain itu, panduan ini juga membahas kiat-kiat bagi pengurus Masjid atau Musala selama Bulan Ramadhan, di antaranya:

Pertama, segala bentuk ibadah harus diterapkan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musala dengan memerhatikan Prokes secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

Kedua, pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit. Dan ketiga, peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan.

Selain itu, panduan ini juga menetapkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tetap dapat dilakukan sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa.

Selanjutnya, pelaksanaan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh beserta Sholat Idul Fitri juga harus menerapkan protokol kesehatan. Tak hanya itu, imbauan bagi penceramah dalam melakukan dakwah dengan cara yang baik dan tak memecah belah umat, juga dituangkan dalam edaran ini. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD