AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Jangan Asal Makan, Siomai Ternyata Berpotensi Haram, Cek Penjelasan MUI

SYARIAH
Tim IDXChannel
Selasa, 14 Desember 2021 14:10 WIB
Sajian siomai bisa berpotensi haram jika ditilik dari kandungan bahannya juga proses mengolahnya. 
Jangan Asal Makan, Siomai Ternyata Berpotensi Haram, Cek Penjelasan MUI (Dok.Okezone/Cpusiomay )
Jangan Asal Makan, Siomai Ternyata Berpotensi Haram, Cek Penjelasan MUI (Dok.Okezone/Cpusiomay )

IDXChannel - Sebagian masyarakat tentu sudah tidak asing dengan siomai. Kulit pangsit dengan isian daging dan dimatangkan dengan cara dikukus dan disajikan dengan saus kacang ini seperti familiar di keseharian pecinta kuliner. 

Mengutip laman Halal MUI, sajian siomai juga bisa berpotensi haram jika ditilik dari kandungan bahannya juga proses mengolahnya. 

"Jika memakai daging ikan atau daging ayam yang dicampur dengan tepung sagu, siomai jelas termasuk makanan halal. Namun, jika memakai campuran bahan tambahan maupun cara memasak dan menyajikannya yang tidak sesuai kaidah syariah, maka belum memenuhi kaidah halal," jelas informasi di laman Halal MUI. 

Selanjutnya jika ditinjau dari sisi tepung terigu, laman Halal MUI ungkap relatif tidak ada masalah. Akan tetapi, berbagai bahan dan improving agents ada yang rentan terhadap berbagai pencemaran bahan haram. 

Terlebih tepung yang sudah melalui proses industri di pabrik-pabrik, layak dicermati. Begitu juga bahan tambahan lainnya seperti bumbu penyedap, kecap, saus, dimana kandungan tersebut juga perlu diperhatikan kandungan bahan dan kehalalannya.  

"Sebagai contoh, vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), dan asam folat (folic acid) yang bersumber dari tanaman, tentu halal dikonsumsi. Vitamin-vitamin tersebut berubah status menjadi tidak halal manakala diproduksi secara mikrobiologis menggunakan media yang tidak halal," jelas informasi di laman Halal MUI. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD