AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Waspada Beredarnya Kosmetik Haram dan Najis, Berikut Penjelasan MUI

SYARIAH
Indah/IDX Channel
Sabtu, 27 November 2021 16:07 WIB
LPPOM MUI mengungkap sejumlah kosmetik yang beredar di pasaran ada yang berpotensi haram terkait dengan kandungan bahannya.
Waspada Beredarnya Kosmetik Haram dan Najis, Berikut Penjelasan MUI (Dok.MNC Media)
Waspada Beredarnya Kosmetik Haram dan Najis, Berikut Penjelasan MUI (Dok.MNC Media)

IDXChannel- Bagi muslimah yang akrab dengan pemakaian kosmetik, disarankan untuk selalu memilih kosmetik dengan kandungan yang terjamin halal dan menghindari penggunaan produk yang haram dan najis

Dikutip dari laman LPPOM MUI, Ketua Dewan Pengawas LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI), Drs. K.H. Sholahuddin Al Aiyub, M.Si, menjelaskan, "Jangan sembarangan memilih kosmetik, karena masih banyak jenis dan merek kosmetik yang belum bersertifikat halal MUI. Terutama produk kosmetik impor."

Pada tahun ini hingga September 2021, data LPPOM MUI menyebutkan bahwa ada 16.844 produk kosmetik halal dengan 418 sertifikat halal dari 210 perusahaan yanhg beredar di Indonesia.

Kiai Aiyub pun menambahkan meski kosmetik bukan makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh, namun kosmetik yang menempel di wajah dan bagian tubuh yang lain berpengaruh terhadap syarat sahnya shalat, yaitu suci dari najis.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ir. Muti Arintawati M.Si., Direktur Utama LPPOM MUI. 
“Kosmetik digunakan sehari-hari, sehingga menempel di kulit dan akan terbawa saat melakukan ibadah shalat. Ketika shalat, seseorang harus terbebas dari najis. Sekarang, bagaimana ceritanya kalau di kulit kita menempel kosmetik yang mengandung najis? Artinya, shalat menjadi tidak sah karena ada najis menempel di tubuh,” jelas Ir. Muti dalam pernyataan tertulis di laman LPPOM MUI. 

Oleh karena itu, setiap muslim yang hendak melaksanakan ibadah shalat, maka harus dipastikan bahwa tidak ada lagi najis, baik di badan, pakaian, maupun tempat shalat.

Berikut sejumlah bahan kosmetik yang wajib dicermati titik kritis keharamannya.

1. Lemak
Lemak dan turunannya (gliserin, gms, cetyl alc, stearic acid, stearyl acid, palmitate acid, dll) banyak digunakan sebagai pembuatan lipstik, sabun, krim dan lotion. Bahan-bahan ini dapat berasal dari lemak hewan. Bicara tentang hewan, tentu ada hewan haram atau najis, ada pula yang halal dan disembelih sesuai syariat Islam.

2. Ekstrak Plasenta dan Amnion (Cairan Ketuban)
Plasenta dan amnion, yang terutama digunakan untuk peremajaan kulit, dapat diperoleh dari hewan, bahkan manusia.

3. Kolagen dan Elastin
Kolagen dan elastin berguna untuk menjaga kelenturan kulit. Zat yang sering digunakan untuk produk pelembab ini merupakan jaringan yang bisa berasal dari hewan.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD