AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Menag Dorong Penerbitan Perpres untuk 'Paksa' ASN Bayar Zakat

SYARIAH
Quadiliba Al-farabi/MPI
Selasa, 06 April 2021 09:57 WIB
Guna mendorong optimalisasi pendapatan pajak, Menteri Agama, Yaqut Cholil Choumas, meminta pemerintah untuk menerbitkan peraturan presiden.
Menag Dorong Penerbitan Perpres untuk 'Paksa' ASN Bayar Zakat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Guna mendorong optimalisasi pendapatan pajak, Menteri Agama, Yaqut Cholil Choumas, meminta pemerintah untuk menerbitkan peraturan presiden. Nantinya, beleid ini akan mengatur teknis pengumpulan zakat di kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Aturan ini diharapkan dapat mengikat seluruh ASN di kementerian, lembaga dan/atau badan negara di pusat maupun daerah. Dengan demikian, pendapatan zakat bisa berjalan dengan optimal serta menjangkau kalangan bawah.

"Kemenag dan Baznas bersama terus mendorong perpres yang mengatur mekanisme pengumpulan zakat ASN segera dapat diwujudkan. Kita sedang menyelesaikan draft perpresnya, tapi tentu butuh waktu," ujar Yaqut saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2021 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jakarta, Senin (05/04).

Menurut Yaqut, Perpres merupakan perangkat yang memungkinkan untuk menggali potensi zakat nasional hingga Rp230 triliun setahun. Pada 2020, zakat baru terhimpun sekitar Rp10 triliun.

Melalui Rakornas ini, Menag berharap dapat menghasilkan optimalisasi manfaat zakat yang lebih merata di Indonesia.

"Gerakan zakat dan program lembaga pengelola zakat harus benar-benar menyentuh kelompok marginal dalam masyarakat," tutur Yaqut.

Menag pun ingin penyaluran zakat ini tidak hanya dilakukan konvensional, tapi juga disalurkan untuk hal-hal yang produktif agar upaya pengentasan kemiskinan umat dapat terealisasi. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD