Secara khusus, Menhaj meminta agar persoalan pelayanan di Mina menjadi fokus utama pembahasan dalam Rakernas. Menurutnya, seluruh upaya perbaikan harus diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jamaah Indonesia.
"Bagaimana kita bisa memperbaiki layanan di Mina harus menjadi perhatian bersama. Apa pun yang perlu dilakukan demi perbaikan layanan di Mina harus kita lakukan," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Menhaj juga menjelaskan bahwa kegiatan retret yang dilaksanakan setelah Rakernas merupakan bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia Kementerian Haji dan Umrah.
"Kegiatan retret ini merupakan bagian dari persiapan kita agar semakin siap secara fisik, mental, sekaligus memperkuat bonding di antara seluruh keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah," ujarnya.
Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenhaj, para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), serta TNI dan Polri yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji dan pelaksanaan Rakernas.