AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Saham Syariah Sektor Transportasi : Ada GIAA hingga BIRD

SYARIAH
Shifa Nurhaliza
Rabu, 29 Desember 2021 14:35 WIB
Saham syariah sektor transportasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) diketahui telah tercatat sebanyak lebih dari 20 perusahaan.
Saham Syariah Sektor Transportasi : Ada GIAA hingga BIRD. (Foto: Saham Syariah Sektor Transportasi)
Saham Syariah Sektor Transportasi : Ada GIAA hingga BIRD. (Foto: Saham Syariah Sektor Transportasi)

IDXChannel Saham syariah sektor transportasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) diketahui telah tercatat sebanyak lebih dari 20 perusahaan. Sektor transportasi merupakan salah satu subsektor dari sektor infrastruktur yang tercatat secara resmi dan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Transportasi tentunya menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang aktifitas manusia setiap harinya, seperti mobil dan juga motor. Sektor transportasi di Indonesia baik sebagai infrastruktur ataupun layanan jasa merupakan faktor utama dan penting bagi kegiatan perekonomian yang nantinya akan menjadi penentu tingkat keunggulan daya saing suatu perekonomian di berbagai negara. Hal itu dikarenakan industri transportasi dianggap sebagai sektor usaha yang high risk atau berisiko tinggi dan slow and low yielding atau memliki hasil yang lambat dan rendah.

Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pemerintah telah melanjutkan program subsidi untuk sektor transportasi untuk angkutan laut, udara, hingga darat pada tahun 2021 ini. Hal ini tentunya bertujuan untuk menopang daya beli masyarakat yang menurun akibat terjadinya wabah virus terutama di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal atau 3T atas jasa transportasi di Indonesia.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD