AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Sebagian Masyarakat Tolak Vaksin Covid, MUI Gencar Sosialisasi Fatwa di Medsos

SYARIAH
Indra Purnomo
Kamis, 23 September 2021 21:47 WIB
MUI terus berupaya mensosialisasikan 12 fatwa pengendalian Covid-19 melalui media massa dan media sosial, dikarenakan ada masyarakat yang masih tolak vaksin.
Sebagian Masyarakat Tolak Vaksin Covid, MUI Gencar Sosialisasi Fatwa di Medsos(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis mengatakan, masih ada masyarakat Indonesia yang menolak untuk divaksinasi Covid-19.

Oleh karena itu, lanjut Cholil, MUI terus berupaya mensosialisasikan 12 fatwa pengendalian Covid-19 melalui media massa dan media sosial.

"Karena sebagaian masyarakat masih ada yang menolak vaksin,: kata Cholil dilansir laman resmi MUI, Kamis (23/9/2021).

Cholil menyebutkan, bahwa upaya itu dilakukan bertujuan untuk mendorong masyarakat agar melakukan vaksinasi Covid-19.

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI ini juga mengatakan, pelaksanaan vaksinasi membutuhkan dukungan serta pemanfaatan rumah ibadah, lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan perguruan tinggi perlu dimaksimalkan.

‘’Itu bisa jadi tempat vaksinasi. Sehingga tercapai target vaksinasi 70%. Karena negara spiritnya adalah beragama, Ketuhanan Yang Maha Esa, perlu sentuhan keagamaan dan keyakinan,’’ paparnya.

Menurut Cholil, pemerintah perlu terus meningkatkan sosialisasi untuk bisa merangkul kelompok masyarakat yang masih menolak vaksin Covid-19.

Tokoh agama juga dinilai perlu terus terlibat memberikan pemahaman kepada masyarakat. "Kadang perlu juga dikombinasi dengan medisnya, sehingga selain dalil-dalil keagamaan, ya ada realita yang dipaparkan fenomena science dan medis itu," kata Cholil. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD