AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Simak Penjelasan Cara Bayar Zakat Fitrah yang Benar

SYARIAH
Mohammad Yan Yusuf
Jum'at, 22 April 2022 13:56 WIB
Cara bayar zakat fitrah yang benar tentunya harus diketahui oleh pada muslim, tentu pembayaran zakat fitrah dilakukan tepat sebelum sholat idul fitri.
Simak Penjelasan Cara Bayar Zakat Fitrah yang Benar. (Foto : MNC Media)
Simak Penjelasan Cara Bayar Zakat Fitrah yang Benar. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Cara bayar zakat fitrah yang benar banyak tidak disadari sejumlah orang. Padahal zakat sendiri hukumnya wajib. 

Cara bayar zakat fitrah yang benar tentunya harus diketahui oleh pada muslim, tentu pembayaran zakat fitrah dilakukan tepat sebelum sholat idul fitri.

Lalu bagaimana cara bayar zakat fitrah yang benar? Simak penjelasan yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber ini.

Kapan Zakat Fitrah Ditunaikan

Kewajiban menunaikan zakat fitrah adalah mulai sejak masuknya awal tanggal  1 Ramadan atau bulan puasa hingga akhir tanggal bulan Ramadan sebelum ditunaikan shalat idul fitri.

Namun, banyak yang meyakini waktu yang paling tepat untuk menunaikan zakat fitrah adalah mendekati perayaan Idul Fitri Hijriah. Sehingga banyak masyarakat yang membayar zakat di akhir Ramadan.

Besaran Zakat Fitrah

Menurut Hadits Sahih riwayat Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, dan Nasa’i dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah telah mewajibkan membayar membayar zakat fitrah satu sha’ kurma atau sha’ gandum kepada hamba sahaya, orang yang merdeka, laki-laki, perempuan, anak-anak, dan orang dewasa dari kaum muslim.

Sudah dipastikan besaran zakat fitrah yaitu sebesar satu sha' yang nilainya sama dengan 2,5 kilogram beras, gandum, kurma, sagu, dan sebagainya atau 3,5 liter beras yang disesuaikan dengan konsumsi perorangan sehari-hari. 

Siapa yang Wajib Ber-zakat

Zakat fitrah harus dikeluarkan oleh seluruh umat Muslim, baik laki-laki maupun perempuan hingga anak-anak maupun dewasa. Bahkan, janin di dalam perut seorang ibu yang telah bernyawa juga diwajibkan atas zakat fitrah.

Penerima Zakat

Dalam aturan Islam, terdapat 8 golongan orang yang wajib menerima zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal, yaitu:

  1. Orang Fakir (Orang fakir adalah mereka yang punya harta dan usaha. Namun, kepemilikan tersebut
  2. hanya mampu memenuhi setengah kebutuhannya.)
  3. Orang Miskin (Orang miskin adalah mereka yang hidup dalam kondisi serba kekurangan.)
  4. Amil (Mereka yang bertugas dalam mengelola zakat.)
  5. Mualaf (Orang yang baru masuk Islam.)
  6. Hamba sahaya (Mereka adalah orang-orang yang termasuk dalam kategori budak.)
  7. Gharim (Orang yang sedang terlilit utang.)
  8. Sabilillah (Mereka adalah orang atau lembaga yang berjuang untuk kepentingan Agama Islam.)
  9. Ibnu Sabil (Orang-orang yang tengah melakukan perjalanan dan kehabisan bekal.)

Pembayaran Zakat dengan Uang

Terkait pembayaran zakat fitrah, ada dua pendapat. Yang pertama, dalam mazhab Syafi’iyah, zakat tersebut mestilah berupa makanan pokok. 

Pendapat kedua, dari mazhab Hanafiyah, pembayaran zakat fitrah boleh menggunakan uang dan dengan jumlah yang harus sesuai. Masing- masing memiliki dalil yang kuat. 

Menurut Hadist Al Bukhari dan Muslim, dalil membayar zakat fitrah dengan bahan makanan pokok adalah riwayat bahwa Rasulullah mewajibkan zakat fitri, berupa satu sha’ kurma kering atau gandum kering.

Selain itu, melaksanakan zakat fitrah dengan membayar sejumlah uang adalah firman Allah dalam Surah at-Taubah:9 yang memiliki arti “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka”. 

Dalam hal ini, pendapatnya adalah, ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat asalnya diambil dari harta. Dengan demikian, karena uang termasuk harta, zakat fitrah dengan uang diperbolehkan.

Selain itu, melansir situs web resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), diterangkan bahwa zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter untuk setiap jiwa. 

Kualitas beras atau makanan pokok harus sesuai dengan kualitas beras atau makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari. Namun beras atau makanan pokok tersebut dapat diganti dalam bentuk uang yang nilainya sama.

Cara Membayarkan Zakat Fitrah

Zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Kualitas beras atau makanan pokok juga harus sesuai dengan yang kita konsumsi sehari-hari. Selain itu, jika berhalangan membayar dalam bentuk beras atau makanan pokok lainnya, zakat fitrah juga bisa

ditunaikan dalam bentuk uang seharga 2,5 kg atau 3,5 liter beras.

Tak hanya soal tata cara yang harus dilakukan sesuai pedoman, membayar zakat fitrah juga harus disertai niat. Niat membayar zakat menjadi penentu apakah amalan yang dilakukan sah atau tidak.

Niat membayarkan zakat:

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga : Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘annii wa’anjamii’i maa yalza munii nafakootuhum syar’an fardhon lillaahi ta’aala

Artinya, 

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardu karena Allah ta’ala”

Itulah cara bayar zakat fitrah yang benar. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan menambah pengetahuan Anda.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD